Home > Berita > Detail

Workshop Kesehatan Reproduksi Remaja

 

Berdasarkan data WHO, sebanyak 14 juta wanita usia 15-19 tahun melahirkan bayi setiap tahun pada tahun 1995 hingga 2000, dimana 12,8 juta diantaranya merupakan penduduk negara berkembang, termasuk Indonesia. Pada tahun 2012, angka tersebut meningkat menjadi 16 juta wanita mengalami kehamilan pada usia dini. Di Indonesia, menurut survey terakhir dari Badan Pusat Statistik (BPS) melalui  Survey Demografi dan Kesehatan Indonesia (SDKI) tahun 2012 , dari 1000 remaja usia 15-19 tahun, 48 diantaranya mengalami kehamilan usia dini.

Hal yang menyebabkan terjadinya pernikahan di usia dini disebabkan oleh beberapa faktor yaitu kurangnya pengetahuan, gaya hidup dan kesadaran pada remaja mengenai kesehatan reproduksi.

Berdasarkan penelitian yang dilakukan oleh Manurung YA,dkk mengenai "Pengetahuan, Sikap dan Perilaku Siswi SMK Negeri 10 Jakarta Kecamatan Kramat Jati Jakarta Timur 2012 terhadap Kehamilan Usia Dini dan Faktor-Faktor yang Berhubungan", faktor yang juga mempengaruhi risiko terjadinya kehamilan usia dini adalah lingkungan pergaulan. Lingkungan pergaulan yang buruk (merokok, minum alkohol, terlibat kasus kriminalitas) akan memicu terjadinya hubungan seks pada usia dini sehingga menyebabkan kehamilan pada remaja.

Penelitian lain yang dilakukan oleh Andrea Ilham Kurniawan,dkk mengenai "Pengetahuan akan Hubungan Seksual pada Kelompok Usia Remaja di SMP daerah Ciracas-Jakarta Timur 2013", pengetahuan mengenai hubungan seksual pada siswa di SMP daerah Ciracas, Jakarta Timur masih tergolong rendah dengan sumber informasi terbanyak adalah dari teman.

Pendidikan mengenai Kesehatan Reproduksi Remaja sangat diperlukan terutama untuk para guru karena memiliki peranan penting dalam proses peningkatan kesadaran para remaja mengenai hal tersebut. Oleh karena itu, Pusat ATKIB membuat pelatihan Kesehatan Reproduksi Remaja yang ditujukan kepada para guru di SMP dan SMA dengan tujuan meningkatkan komunikasi efektif dalam menyampaikan kesehatan reproduksi kepada anak didiknya.

Melalui pelatihan ini diharapkan para peserta dapat meningkatkan kesadaran, pengetahuan mengenai kesehatan reproduksi dan dapat mengubah gaya hidup para remaja kearah yang lebih baik, menurunkan angka kejadian kehamilan di usia remaja dan membantu dalam menurunkan Angka kematian Ibu dan Bayi di Indonesia.

 

Post : 30 April 2015 09:33:59, Read : 2164


Terkait